terpaksa menulis untuk yang …..

saya tidak menolak kehadiran kamu, saya menerima kehadiran kamu, dan saya sewajarnya orang yang merasa ingin dimiliki dan cintai olehnya. tapi kemudian pertanyaannya “apa kamu ada untuk itu (sekarang)???”. kamu hanya hinggap di bayang dan angan, yang terus menari indah entah sampai kapan. aku akui kehadirannmu tidak seutuhnya untukku, persetan orang bilang apa. kalimat itu terus ku lontarkan hingga hari ini. semua ocehan mereka sejujurnya habis-habisan merusak barikade pertahanan diri. ok, aku memang terlalu peka atau aku terlalu kehausan. tapi jangan kamu kira aku tidak berusaha mati-matian berperang dengan gejolak yang mati-matian ingin menyatakan diri …… apalah itu. kita bersahabat, fine, saya terima tapi saya tidak terima jika saya merasa berlebih dengan apa yg kamu lakukan. mati-matian saya mensugestikan bahwa itulah kamu, begitulah kamu, itulah caramu, tapi buatku tetap ada yang aneh dan mengusik buatku. hingga saat ini semua masih tersusun apik nan rapi diingatan yang setiap waktu mengulangnya dan aku makin tak mampu meninggalkan bayangmu jauh. humph.bagaimana ini??? sedangkan aku tak pernah tau dan terus menerka. “sahabatku.kamu pasti terpinggkal dgn urainku itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s