cerita angin

seminggu kemarin aku dapet semilir angin, seumprit nan sebentar tapi amat menyegarkan padahal mungkin itu angi kentut kali bukan angin sepoi-sepoi yang sengaja hadir untuk mendamaikan. aku begitu sumringah kemarin, tenang hati rasanya tapi semua tak berlangsung lama. aku jujur meski sekarang, hati terselimuti angin sedangkan mungkin angin tetap yang dulu dengan ku tak ada bedanya, tak ada istemewanya aku buatnya sampai sekarang pun. hah. kedamain itu yang begitu aku nanti, meski nihil dan aku masih diberi fatamorgana.aku sabar.apa bisaku kan selain itu.untuk apa aku terus meratapi lebih baik berdoa, tuhan berikan aku pendamai dan penenang hati untukku saat ini

dan angin itu yang berhembus, mungkin sesaat lagi kembali lagi menjadi angin lalu. meski aku ada untuknya sekarang, aku menyadarilah dia tak ada untukku. aku harus terus melangkah dihidup sampai ada yg setia menghampiri dan kemudian menemani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s