I’m Fall in Love

Jika cinta yang membuat dyah menulis lagi, berarti sekarang ini dyah sedang jatuh cinta. Wordisme sampai hari ini masih berdampak dasyat untuk menggugah keinginan corat-coret, khususnya di blog. Karena sebenarnya dyah tetap corat-coret tapi dengan cara lama dibuku dengan pena karena sudah lama ini kehilangan kepercayaan diri memposting kan coretan-coretan dyah. Beku-beku yang kemarin, kaku-kaku yang kemarin sudah melebur semua di wordisme kemarin, yang ada sekarang malah kebanjiran kata untuk dicoret-coret. Thanks wordisme! Ternyata Allah bukakan jalan dan menjawab pertanyaan dyah. Karena semenjak kaku menulis dyah selalu bertanya kenapa dulu dyah bisa sekarang engga, kenapa sekarang begitu mudah tapi sekarang sulit dan aneh. Ya bukan berati kalo sekarang udah kembali suka coret-coret lagi terus hasil coretannya itu bagus ya engga, tapi intesitasnya yang meningkat, kepekaan dalam merekam peristiwa-peristiwa menajam, kegemaran berpendapat dan berasumsi terasah lagi dan yang paling penting kepercayaan diri untuk memposting kembali. Ini semua sebenernya karena satu kalimat sakti dari seorang Raditya,” menulis blog engga harus lebih baik tapi berani beda.”  Waktu kalimat itu terlontar dari manusia itu dengan bulat pun dyah berkata dalam hati, “Fix, kita coret-coret lagi blog kita”. Maka bercoret-coret lah lagi dyah seperti hari ini. Dan dyah hari ini seperti orang yang sedang jatuh cinta, selalu terbayang-bayang dan engga mau lepas karena dyah jatuh cinta mencoret-coret lagi.

ini lah kalimat-kalimat sakti dari wordisme yang membuat dyah jatuh cinta lagi:

-via twitter-

dyahamalia “Ketika saya menulis saya bukan sebagai subjek tp menjadi objek yg didorong oleh inspirasi” -@djenarmaesaayu
dyahamalia“Pembeda manusia dgn hewan adalah manusia baca buku” (H.Rusli) -mayoong-
dyahamalia “ga mood cuma alasan “keren” ga bisa nulis. Paksain aja! jadikan rutinitas tiap hari abaikan dulu jelek atau bagus” -@radityadika
dyahamalia“Penulis kamar sama aja kayak penyanyi kamar mandi, jadi sampe kapan lo mau jadi penulis kamar” *lupa siapa yg bilang tp sangat menusuk -,-
dyahamalia “Segala sesuatu ada resikonya, ya kalo kejadian istigfar” -@salmanaristo
dyahamalia penulis: “Menulis itu susah, kemampuan tertinggi berbahasa” editor: “emang pembaca lo peduli!” saya:😐 (cc: @hetih @clara_ng)
dyahamalia “Lo nulis tiap hari 1 hal jelek masih ada bahan yg bisa diperbaiki tapi 0 hal bakal ga jadi apa-apa” -@radityadika
dyahamalia “Kebiasaan mengamati orang itu penting dan memperhatikan orang itu engga salah” -@salsabeela
dyahamalia “Menulis blog itu ga harus lebih bagus tapi harus beda” -@radityadika
dyahamalia “Hampir semua penulis itu Loner” ‎​(˘̩̩̩.˘̩ƪ) -@djenarmaesaayu
dyahamalia “Saya menulis bukan karena mau tapi kebutuhan. Saya menulis u/ diri sendiri dan memberi hadiah u/ diri saya sendiri” -@djenarmaesaayu
dyahamalia “bahkan suara nafas narasumber pun ada ceritanya” -menulis biografi @AlberthieneE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s