Membangun diri

Dyah punya tugas besar, menemani seseorang untuk tetap hidup, tetap berkarya, membangun mimpi dan cita kemudian menggapainya dengan semua usahanya. Dia perempuan berusia 19 tahun, seumuran dengan dyah. Dia berkata pada dyah, “modal saya hidup ini tekun mba. Saya itu engga lebih baik dari yang lain, makanya saya harus tekun supaya saya bisa mengejar orang yang memang sudah hebat dan sudah berbakat bawaan dari Tuhan Nya.” Ucapan perempuan ini seperti menggambarkan dia seorang pekerja keras tapi ternyata dia rapuh. Rapuh sekali. Hatinya yang begitu peka itu menjadi buah simalakama untuk setiap kesensitifan yang hatinya buat kadang, mindernya perempuan ini luar biasa bahkan dengan dirinya sendiri kalo temen-temen mau tau. Tapi dikesehariannya memang dia tangguh, tegar dan ceria, meskipun setiap dia masuk ke kamarnya wajahnya pucat menahan keminderan, badannya hoyong menahan semua pikiran-pikiran yang pikiran dan hatinya buat sendiri. Syukurlah perempuan ini masih gemar membentang sajadah dan bersujud, melantunkan ayat-ayat dari kitabnya, menahan lapar dan haus seminggu dua kali. Meskipun jauh dari sempurna paling tidak air matanya jatuh di sajadahnya, gerutuannya, protesnya, permintaannya tertata rapih dari setiap proposal yang disampaikannya ketika menengadahkan tangan pada Tuhan Nya karena perempuan ini tidak mampu menceritakan semua pikirannya dan perasaannya pada temannya, katanya,” saya malu”. Lalu dyah berkata,” kamu terlihat begitu ragu dan minder. Niat mu selalu kuat. Kamu selalu menyampaikan semua proposal mu pada Tuhan. Kamu selalu berlaku sebaik-baiknya supaya cita mu tergapai.

“Tapi saya tidak sehebat itu mba, kurangnya saya apa? Lebihnya saya apa? Saya tidak lebih dari mereka tapi kurang banyak dari mereka. Saya juga selalu berfikir ada apa dengan saya bahkan apa yang selalu saya ucap ditiap sujud pun saya ragukan. Betapa tidak pantasnya saya mencoba ragu pada Tuhan.” Tangisnya pun pecah.”

“dyah sayang, kalimat tidak ada manusia yang sempurna itu bukan kalimat klise semata. Matamu terbatas melihat, pikirmu terbatas berfikir, telingamu terbatas mendengar, mulutmu terbatas terucap, lakumu terbatas dan hatimu pun demikian. Hanya Allah yang dapat melihat tanpa batas, berfikir tanpa batas, mendengar, berbicara, berlaku dan berkasih sayang tanpa batas. Makanya selalu ada sisi yang tidak bisa kamu lihat, yang tidak bisa kamu dengar, yang tidak bisa kamu fikirkan, yang tidak bisa mulutmu ucapkan dan yang hatimu tidak mengerti. Dan itupun juga berlaku pada semua makhluk Allah lainNya bukan dyah aja. Jangan mau kalah sama minder dan bertemanlah dengan kerja keras. Kerja keras akan melindungi kamu dengan kacamata kuda supaya kamu tetap berjalan meskipun yang lain berlari, bukan jadi berhenti karena sudah merasa kalah duluan. Kerja keras akan memberikan kamu pengalaman untuk salah dan benar sehingga kamu terdidik untuk tangguh. Dan berselimutlah dengan sabar, kamu tau kan bahwa Tuhan selalu mengabulkan doa setiap hambanya. Doamu pasti terkabul tapi waktunya kita engga tau, supaya kamu tidak jengah berselimutlah dengan sabar supaya kamu selalu dihangati oleh istiqomah dan keoptimisan. Dyah, semua manusia pasti merasakan apa yang rasakan itu, ini namanya ketakukan pada masa depan. Masa depan itu memang hantu yang paling menakutkan. Untuk itu jangan terlalu dibayang-bayangkan masa depan, pikirkan semua hal yang bisa kamu lakukan saat ini untuk membuatmu pantas bahagia di masa depanmu dan berlakulah untuk bekerja keras agar kamu pantas sukses dimasa depan. Dan setiap manusia yang hidup disekelilingmu mereka itu ada untukmu. Untuk memberimu contoh yang baik dan buruk, untuk menyayangimu, untuk memberimu warna dan untuk membantumu menggapai semua citamu. Jadi dyah tetap berkarya dan berkerja keras ya!”

~begitulah pesan mba cantik untuk dyah malam ini~

Jangan lupa lapanglah dan rendah hati cantik! Selamat malam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s