Kalut

Izinkan dyah untuk sedikit mencurcol malam ini walaupun kenyataannya setiap hari juga dyah selalu mencurcol disini . karena kisah dibawah ini hanya curcolan semata apabila ada kesamaan nama dan peristiwa sesungguhnya ini hanya curcolan semata. ^_^

Hari rabu ini bakalan ada role play diklat gizi. Role play diklat gizi disini jadi kita dibagi dalam kelompok besar yang berisikan kurang lebih 30 orang dan kita ditugasi untuk membuat sebuah pelatihan mengenai gizi. Dyah ada di kelompok A yang membahas mengenai KEK WUS (kurang energy kronis pada wanita usia subur). Cerita kalut dimulai karena dyah kebagian tugas jadi pengisi materi.

Agak sedikit narsis memang bahwa awalnya dyah udah merasa bakal kebagian tugas ini, engga mungkin dyah kebagian tugas ngaso-ngaso kalo di kelompok ini. Semalas-malasnya dyah kata mereka dyah lumayan “gila” makanya pasti kalo urusan begini dyah yang kena. Bisa aja dyah waktu ditunjuk langsung menolak, tapi tumben sekali dyah begitu genit mengangguk iya menerima tugas itu. Karena dyah berfikir kapan lagi ngeksis, siapa tau bisa dilihat berpotensi. Supaya yang berpotensi di kelas engga mereka-mereka aja, kapan lagi ada kesempatan menunjukkan kemampuan diri. Kalo engga sekarang kapan lagi, soalnya hampir semua jatah pengeksisan udah diambil beliau-beliau tersebut sampai saat ini. Kapan lagi dyah latihan untuk berbicara didepan umum. Dyah kan juga mau dilihat dan diperhatikan kemampuannya sama dosen, mungkin memang engga sebanding dengan beliau-beliau tapi engga ada salahnya kan dilihat.

Waktu berjalan hari rabu tanggal 28 Desember makin dekat, kegenitan dyah mengangguk iya untuk bertugas jadi pembicara membawa efek engga enak hati alias kalut. Jujur saja dyah merasa kalut sekarang ini, karena bahannya untuk presentasi masih sedikit, dyah engga tau harus seberapa banyak tapi dengan keterbatasan dyah mencari dyah merasa kurang bahan. Dyah merasa bego mengiyakan tugas itu. Pembuat kalut yang kedua adalah dyah mulai takut kalo apa yang bakal dyah presentasikan besok engga ada apa-apanya dengan kelompok lain yang isinya orang-orang jagoan semua itu. Dyah takut temen-temen kelompok dyah berharap banyak dari presentasi dyah tapi apa yang diharapkan engga sesuai, lagi-lagi karena keterbatasan dyah. Dyah juga takut kalo nanti bakal ada pertanyaan-pertanyaan kritis yang takutnya lagi dyah engga bisa jawab. Dyah takut karena untuk materi ini dyah yang bertugas jadi dyah yang cari sendiri bahannya. Dyah takut bakal berdiri sendiri nanti untuk menjawab, karena temen-temen satu kelompok kan juga udah punya job desknya masing-masing yang belum tentu sempat membaca materi yang akan dyah sampaikan nanti.

Mungkin mestinya dyah bisa santai dan merasa ini seperti presentasi biasa. Tapi ya begini yang dyah rasakan sekarang takut yang berlebihan begini, kerena materinya ini dyah cari sendiri dan sangat terbatas. Pengen mundur aja tapi udah terlanjur kan, yaaaa…mari kita lanjutkan. Biarin deh keliatan bacol lusa, sekali-kali jadi setara sama yang jago ngeksis didepan biarpun cengo. Ah dyah kan engga sebego itu juga kan ya, lagian yang dihadapi sama-sama manusia kalo engga bisa jawab mereka juga ngerti dyah terbatas, kalo kurang maksimal mereka juga tau dyah terbatas.

Beginilah balada melakukan hal yang amat sangat jarang dilakukan sebelumnya. Jangan dicontoh ya teman-teman kekalutan dyah yang berlebihan ini, tapi bisa juga dicoba kayak dyah untuk sekali-kali genit menerima untuk mencoba hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Karena pengalaman itu engga dijual dan engga pernah ada ruginya.

Selamat mencoba hal baru untuk dyah dan teman-teman semua!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s