Sejenis Menghibur (Diri)

Waktu habis, para peserta keluar dari ruang ujian. Banyak muka disana, ada yang nampak puas, nampak kecewa, nampak sedih dan juga nampak datar. Suasana ujian selalu begitu, setiap waktu habis selalu demikian setiap kali. Berbondong-bondong berbincang pada teman sebelahnya, sekedar mencocokkan jawaban, mengomentari soal dan atau juga saling menenangkan.

Dan menyesak adalah ketika keluar dengan perasaan kurang yakin dan diperbincangan jawaban yang dipilih berbeda dengan sumber yang diyakini (saat itu) benar. Tidak sekali seperti ini, berulang dan cukup sering. Pemakluman muncul karena dyah pembelajar biasa. Terbersit penyesalan kenapa tangan tidak tergerak memilih yang sudah diduga sebelumnya, penyalahan diri muncul kenapa tidak terfikir jawaban yang demikian, penyalahan-penyalahan diri lalu muncul satu-satu hingga kadang topik pembandingan diri sering berseliwer.

Hati yang baik lalu datang mengingatkan bahwa besok ujian masih ada. Hati meminta yang disesali tadi menjadi tanda belajar harus lebih giat. Rasa rendah diri dipupuk hati dengan kalimat,”kita sudah belajar, kita sudah berdoa, dan kita sudah percaya dengan diri. Keajaiban punyaNya apapun masih bisa terjadi dan berbalik. Yakin dan percayalah lalu belajarnya lagi untuk besok”.

Selamat Ujian semua!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s