Kembali

Ngeri-ngeri sedap sebenarnya kita beberapa orang hari-hari ini atau masa-sama ini berkomentar “dyah blog nya seru deh” dalam hati sendiri padahal berkata “ga usahkan elo yang bilang, gue aja mengharu sendiri kalo baca blog sendiri”. Satu dua orang yang biasa berkomentar begitu satu dua hari dyah juga udah lupa atau melupakannya. Padahal sebenarnya ada ceritanya kenapa blog itu lama tak tersentuh bahkan dyah sendiri sudah lupa user dan passwordnya (postingan ini dibuat dengan berbagai gaya mencari inspirasi password) dan alhamdulillah ketemu dan mari kita mulai lagi cerita blog ini.

Jadi…….

Dyah menyadari kebiasaan tulis menulis ini mengalir dari Bapak. Karena bapak juga suka menulis (ternyata) satu dua tulisannya biasa ada di majalah kantor. Waktu jaman dulu belum ada hp, bapak biasakan dyah, dika, dhani untuk berkirim surat waktu bapak dinas di Aceh dulu walaupun kita tetap bisa telepon-teleponan. Singkat cerita (yang kemudian nanti akan diceritakan kelanjutannya) muncullah blog ini untuk bagi-bagi bacaan karya sendiri, posting posting apa yang ada dikepala sampai suatu hari Dika bilang “mba, blog lo kan dibaca sama bapak. Semuanya sampai postingan paling awal-awal jaman masih jadi remaja labil”. Tapi bapak ga pernah bilang langsung ke dyah, biasa aja gitu kayak ga ada apa-apa. Padahal abis diceritain Dika rasanya malu setengah mati. Sebelumnya Bapak juga rajin beli majalah sekolah yang ada tulisan dyah (hmm…tapi Cuma sekali aja sih tulisan dimasukin di majalah sekolah dan bapak yang pertama kali ngasih tau tulisannya dyah di muat). Lalu, tidak berapa lama berselang Bapak meninggal, mendadak. Tuhan sampaikan umur bapak sampai di 49 tahun dan tulisan dyah yaaa masih begini begini aja sih. Akhirnya berhenti lah semua tulis menulis sejak itu ada sedih yang berlebihan kalo mau nulis karena ingat Bapak. Karena menulis hobi beliau. Karena Bapak selalu apresiasi semua tulisan anaknya apapun kelabilannya. Ada ketakukan menulis karena rasa sedih itu. Logbook hari-hari yang masa itu berwarna abu-abu tutup buku ga sampai dilembar terakhir dan belum dibuka-buka lagi sampai sekarang. Postingan blog mati suri. Beku sampai kaku menulis, aneh buat tulisan sendiri kagum sama tulisan yang dulu. Tapi waktu itu dyah yakin suatu hari pasti akan memulai lagi, suatu hari. Dan mungkin hari ini dimulai lagi. Dengan rasa yang masih canggung tapi rindu untuk menulis. Selamat menikmati cerita dyah selanjutnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s