AADG (Ada Apa dengan Garam)

Garam merupakan mineral yang memiliki peran penting dalam cita rasa masakan. Kepopuleran garam hingga membuat namanya abadi dalam peribahasa yang berbunyi “Bagai sayur tanpa garam”.Di dalam tubuh, garam juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Natrium sebagai zat utama dalam garam memiliki fungsi menjaga saraf pada tubuh yang bertugas mengirimkan pesan ke seluruh tubuh dan juga menguatkan otot dalam bekerja. Garam beryodium juga telah diketahui
berperan dalam perkembangan kecerdasan pada anak dan janin. Yodium juga dapat membatu mencegah penyakit gondong atau gondongan.

garam

Disisi yang lain, konsumsi garam berlebihan memiliki dampak yang tidak bisa dianggap remeh bagi kesehatan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi garam yang berlebih ini. Mengapa demikian? Sebab pada seseorang dengan asupan garam yang berlebih, keseimbangan cairan akan terganggu sehingga tekanan darah akan meningkat. Apabila tekanan darah meningkat maka beban jantung menjadi bertambah dan jenis-jenis penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung iskemik, stroke, pembesaran aorta akan segera menghampiri. Maka tak heran jika hipertensi dijuluki sebagai silent killer.

0909594ThinkstockPhotos-504885080780x390

Selain penyakit kardiovaskular, tekanan darah yang tinggi akibat kandungan sodium juga bisa menyebabkan kanker perut. World Cancer Research Fund maupun American Institute for Cancer Research menyatakan bahwa garam dan makanan yang mengandung garam atau jenis makanan asin lain merupakan penyebab kuat untuk serangan kanker perut. Asupan sodium yang berlebihan didalam tubuh juga menjadi salah satu faktor penyebab osteoporosis.

Mengingat manfaat garam yang penting dan efeknya yang membahayakan bagi tubuh jika di konsumsi berlebihan, maka ketepatan mengonsumsi garam menjadi perlu untuk diperhatikan. Batas konsumsi garam yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per orang per hari adalah 2.000 miligram sodium atau 5 gram garam. Jumlah ini setara dengan satu sendok teh butiran garam. Beberapa tips dapat dilakukan untuk dapat mengontrol asupan garam, seperti:
1. Memasak dan mengelola makanan sendiri di rumah
2. Membatasi konsumsi makanan ringan atau makanan instant
3. Memperhatikan kandungan sodium pada makanan dan minuman sebelum membeli

74c9d414e4b7af679bbbd222c44b51e5_XL

Makanan asin atau makanan yang mengandung garam memang memiliki cita rasa yang amat menggoda, namun untuk investasi kesehatan di masa depan, maka keputusan mengurangi konsumsi garam merupakan sebuah langkah tepat. Selain itu, mengkonsumsi makanan yang berimbang dan beragam juga merupakan kunci menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit.

(ditulis untuk artikel kesehatan di NewsLetter Avrist)

Iklan

Laktosa Intoleran

Ibu pernah cerita ke dyah kalo dyah bayi dulu engga bisa minum susu formula, tiap minum susu formula 30 menit kemudian dyah pasti muntah. Setelah besar, dyah sejauh ini engga terlalu bermasalah kalo mengkonsumsi susu atau produk olahan walaupun kadang muncul diare terhadap jenis susu tertentu. Nah, dari apa yang udah dyah pelajari, dyah mengansumsikan bahwa dyah sepertinya laktosa intoleran.

Kemarin waktu dyah belajar imunologi tentang sesuatu yang ada hubungannya sama dunia persusuan yaitu CPMA (Cow Protein Milk Allergi Management) di dalam materi itu diselipkan juga mengenai laktosa intoleran. CPMA atau bahasa mudahnya management alergi protein susu sapi berbeda dengan lakstosa intoleran. Kalo CPMA itu penyebabnya karena respon abnormal tubuh terhadap protein susu sapi sedangkan laktosa intoleran disebabkan karena enzim lactase yang dimiliki tubuh kurang. Pada anak yang menderita CPMA gejala tidak langsung muncul seketika setelah mereka minum susu, biasanya setelah beberapa kali minum susu pada suatu ketika anak akan diaren atau timbul merah-merah pada kulit. Namun, pada penderita laktosa intoleran gejala biasanya muncul 30 menit setelah mengkonsumsi susu. Gejala yang ditimbulkan biasanya berupa kentut, mual, kembuh dan diare. (dari gejala dan rentang waktu ini makanya dyah mengasumsikan bahwa dyah laktosa intoleran)

Dari estimasi yang diberikan oleh NIDKK, laktosa intoleran terjadi hampir 75% pada semua orang dewasa di Amerika dan Eropa dan hampir 90% pada orang Asia. Biasanya laktosa intoleran ini merupakan bawaan yang diturunkan dari orangtuanya. Pada dewasa laktosa intoleran masih menjadi masalah seumur hidup namun pada anak-anak kondisi laktosa intoleran ini hanya sementara karena disebabkan anak tersebut sedang mengkonsumsi antibiotic atau sedang memiliki infeksi saluran pencernaan.

Meskipun pada dewasa masalah laktosa intoleran berlangsung seumur hidup dan tidak ada treatment khusus untuk meningkatkan laktosa dalam tubuh, kita engga perlu khawatir. Berbeda dengan alergi yang sama sekali tidak boleh mengkonsumsi susu, bagi penderita laktosa intoleran bisa tetap mengkonsumsi susu dengan jumlah sedikit tanpa khawatir akan menimbulkan gejala. Lagi pula setiap orang memiliki tingkatan toleransi terhadap laktosa yang berbeda-beda sehingga kita bisa mengganti susu dengan produk olahannya seperti keju atau yogurt. Selain itu, karena susu merupakan sumber kalsium bagi yang menderita laktosa intoleran bisa memenuhi kebutuhan kalsiumnya dengan alternative sumber kalsium dan vitamin D selain susu.

Bagi kita yang merasa memiliki gejala laktosa intoleran atau memiliki siapa saja yang punya gejala demikian, dyah sarankan untuk melakukan pengecekan ke dokter supaya mengetahui lebih pasti apa yang kita alami sebenarnya. Selain itu disarankan juga untuk berkonsultasi pada ahli gizi supaya kita bisa diberi alternative-alternative pengganti susu bagi kita yang laktosa intoleran. Engga perlu khawatir berlebih jika kita mengalama laktosa intoleran, karena dari apa yang dyah baca-baca tidak ada efek yang serem kok paling cuma merasa engga nyaman aja karena merasa mual, kembung, kentut-kentut dan diare.

*sumber:

Kuliah Imunologi 16 Desember 2011

http://kidshealth.org/parent/nutrition_center/weight_eating_problems/lactose.html#

http://www.fda.gov/downloads/ForConsumers/ConsumerUpdates/UCM143705.pdf

Mari Mengukur Lemak

Selama ini kita biasanya hanya melakukan penimbangan berat badan. Patokannya selalu diberat badan, pokoknya kalo timbangan berat langsung deh menghardik diri, menyalahkan lemak. Orang awam kadang hanya mengaitkan timbangan berat badan dengan lemak tubuh.  Menurut Nyoman Supariasa (2001), berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral dalam tubuh. Sedangkan jika tentang lemak tubuh kaitannya adalah dengan pengukuran komposisi tubuh. Hari ini dyah akan membahas tentang pengukuran komposisi tubuh (pengukuran lemak), hal ini penting sekali karena dari pengukuran ini tidak hanya berhubungan dengan status gizi tetapi juga berhubungan dengan penentuan resiko penyakit terutama penyakit-penyakit degenerative. Dari pengalaman dyah di semester 3, pengukuran lemak tubuh yang dyah lakukan ada dua metode, yaitu bisa dengan metode manual dengan menggunakan skinfold caliper atau metode elektik dengan bioelectrical impedence.

Pengkuran Skinfold

Pengkuran lemak tubuh yang ini menggunakan alat yang bernama skinfold caliper, yang dijepitkan di bagian tubuh yang telah ditentukan. Bentuk alat ini seperti penjepit tetapi  di bawah tempat menjempit ada angka-angka yang akan mengukur lemak di lipatan kulit kita. Bagian-bagian tubuh yang umumnya digunakan adalah bagian lengan atas (bicep, tricep), bagian punggung (supskapula), bagian perut bawah (suprailiaca), paha dan betis (Modul PSG, 2011).

Pengukuran dengan skinfold caliper ini sangat dibutuhkan ketelitian dan pengalaman yang cukup. Sebab ketika menjepit, kita harus bisa memastikan apakah yang diambil ini lemak atau otot. Sebab jika yang dijepit adalah otot, orang yang kita ukur akan merasa kesakitan. Setelah melakukan pengukuran dengan skinfold caliper di bagian-bagian yang telah ditentukan sesuai prosedur, langkah berikutnya adalah melakukan estimasi lemak. Setelah dilakukan perhitungan estimasi lemak ini lah baru kita bisa mengetahui berapa kandungan lemak tubuh seseorang .

Body Impedance Analysis

Agak sedikit norak nih dyah ketika bertemu alat ini. Alat ini menurut dyah adalah alat pengukur elektonik yang kece banget. Selain penggunaanya praktis, hasil yang diukur oleh alat ini juga lebih banyak macamnya. Alat bioelectrical impedance ini bentuknya mirip seperti timbangan elektronik biasa, tapi ada pada bagian remotenya yang bisa ditarik keatas dengan pegangan seperti motor-motoran. Nah, jika kita akan melakukan pengkuran lemak tubuh pegangan ini harus kita pegang saat menaiki alat ini dengan posisi memegangnya tegak lurus dengan badan kita. Tidak lupa pula sebelumnya, kita telah mengisi data-data yang diminta oleh alat ini.

Selain mengukur lemak tubuh, alat ini juga mengukur massa otot kita, proporsi lemak dan otot dibagian tubuh atas, bawah, tangan, dan kaki, mengukur juga body age. Hal menarik dari pengukuran body age, body age yang dimaksud oleh alat ini adalah umur dari sel-sel tubuh kita, kadang malah kebanyakannya body age kita bisa jadi jauh lebih tua daripada usia kita karena pola hidup kita yang kurang sehat.

Kedua pengukuran beserta alat yang dyah gunakan ini mungkin tidak begitu familiar ditelinga teman-teman, karena alat ini biasanya digunakan oleh tenaga-tenaga kesehatan untuk menilai status gizi. Makanya kalo ada temen-temen yang penasaran sama massa lemak tubuhnya, bisa coba datang ke ahli gizinya terus minta dilakukan pengukuran skinfold atau minta naik timbangan kece bioelectrical impedance yaaa. Oya jangan takut kalo diukur pake skinfold, biar alatnya kayak jepitan tapi sama sekali engga sakit kok waktu dijepit (selama yang dijepit lemak bukan otot)

Sumber:

Supariasa, Nyoman.dkk.2001. Penilain Status Gizi. EGC:Jakarta

Tim.2011. Modul Praktikum Penilain Status Gizi. Program Studi Gizi Kesehatan UGM: Yogakarta

Gambar Kece yang Membuat Sehat

Mari dyah perkenalkan gambar-gambar kece yang membantu kita dalam memilih makanan yang menunjang kesehatan kita.

1. Food Guide Pyramid (Piramida makanan)

Piramida makanan memberikan saran nutrisi dalam bentuk piramida yang berwarna-warni untuk menggambarkan makanan-makanan apa yang baik bagi kesehatan yang disusun dalam bentuk piramida untuk menunjukkan makanan apa yang dapat dikonsumsi sering dan mana yang disarankan untuk jarang dikonsumsi. Selain itu pengelompokan makanan yang di susun bertingkat dari atas ke bawah dapat mempermudah kita untuk mengatur seberapa banyak yang dapat kita makan dari suatu bahan makanan agar tetap seimbang.

2. My Pyramid

My Pyramid merupakan adaptasi dari piramida makanan yang tidak menyertakan tulisan apapun dalam gambarnya. Pesan nutrisi disampaikan dalam bentuk gambar dan warna. Sama seperti piramida makanan tadi bentuknya menggambarkan makanan mana yang baik dikonsumsi sering dan yang dikonsumsi jarang. Lapisan-lapisan yang digambarkan menunjukkan kelompok makanan yang berkontribusi dalam diet. Di my pyramid terdapat 6 warna, yaitu orange untuk kelompok seralia, hijau untuk sayuran, merah untuk buah-buahan, kuning untuk minyak, biru untuk susu dan ungu untuk daging dan kacang-kacangan. Gambar orang yang menaiki anak tangga mengingatkan kita bahwa aktivitas fisik juga sangat penting untuk kesehatan

3. The Healthy Eating Pyramid

The Healthy Eating Pyramid merupakan penyempurnaan dari dua pyramida yang telah kita ketahui sebelumnya. Sebab pada piramida makanan sebenarnya memberikan saran nutrisi yang salah, misalnya saja dengan pondasi pertama adalah gambar keranjang dengan roti empuk, piramida makanan tidak bisa menunjukkan bahwa gandum untuh, beras merah dan biji-bijian lain lebih sehat daripada seralia olahan. Sedangkan kekurangan dari my pyramid adalah gambarnya yang membingungkan sebab untuk paham maksud dari warna-warna piramidanya, kita harus mencari tahu terlebih dahulu melalui sumber lain.

Sehingga disusunlah The Healthy Eating Pyramid dengan pondasi awal exercise dan control berat badan. 2 hal ini dijadikan pondasinya sebab exercise dan control berat badan akan mempengaruhi peluang kita untuk sehat dan juga mempengaruhi apa yang kita makan dan bagaimana makanan tersebut berpengaruh terhadap kita. Dan selanjutnya berturut-turut disusun bahan makanan lain seperti yang bisa kita lihat (untuk penjelasan The Healthy Eating Pyramid akan dyah bahas di tulisan berikutnya).

4. My Plate

My plate merupakan perbaikan dari My Pyramid. My plate menggambarkan sebuah piring yang dibagi menjadi empat bagian dengan empat warna berbeda. Warna hijau untuk sayuran dan warna merah untuk buah mengambil bagian setengah dari piring. Kemudian sumber protein yang digambarkan dengan warna ungu dan serealia dengan warna coklat mengambil bagian masing-masing seperempat dari piring. Dan lingkaran kecil diluar piring berwarna biru menggambarkan produk-produk susu.

5. The Healthy Eating Plate

The Healthy Eating Plate juga merupakan penyempurnaan dari My plate. Sebab saran nutrisi yang disampaikan dari my plate ini sangat sedikit. Selain itu my plate tidak dapat menunjukkan bahwa gandum utuh lebih sehat daripada produk olahan biji-bijian lain atau kacang, ikan yang lebih sehat daripada daging merah. Di my plate juga tidak menampilkan lemak baik (lemak jenuh) yang dapat menurunkan resiko penyakit hati dan diabetes, malahan my plate memberikan tempat untuk produk susu padahal sudah banyak diketahui susu tidak dapat mengurangi resiko oesteoporosis.

Pada dasarnya konsep dari The Healthy Eating Plate sama dengan my plate, dengan warna-warna yang menggambarkan sayuran dengan warna hijau, buah dengan warna merah, protein dengan warna orange dan serealia dengan warna coklat. Tetapi pembedanya adalah The Healthy Eating Plate memberikan saran-saran tentang kualitas diet tidak hanya kuantitas, seperti:

1. isilah setengah bagian piringmu dengan sayur dan buah

2. simpanlah seperempat bagian piringmu dengan gandum untuh tidak hanya gandum saja

3. Pilihlah sumber protein yang sehat pada seperempat bagian piringmu

4. nikmatilah lemak-lemak yang sehat

5. minumlah air, kopi atau the

6. tetap lah aktif

Dari empat gambar yang telah dyah uraikan, yang menjadi rekomendasi untuk dijadikan panduan kita saat ini adalah The Healthy Eating Plate dan The Healthy Eating Pyramid, keduanya ini saling melengkapi satu sama lain. Sehingga kita bisa menjadikan The Healthy Eating Pyramid sebagai daftar belanjaan kita dan The Healthy Eating Plate sebagai panduan untuk menyiapkan makan kita untuk membantu kita hidup lebih sehat.

(disadur dari:

http://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/pyramid-full-story/index.html

http://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/mypyramid-problems/index.html )

Teh Saat Makan Berat

Siang ini dini dan dodo makan siang bersama. Kebetulan tanggal muda sehingga mereka memutuskan untuk makan siang di Iga Bakar Pak Cak

Dini                    : Mba, pesen iga bakar nya satu ya sama minumnya es jeruk!

Dodo                  : Saya pesen iga bakar juga tapi minumnya es the ya mba!

Pelayan            : Baik, tunggu sebentar ya mba dan mas

Dini                    : Dodo, kok kamu pesennya es teh sih?

Dodo                : Tumben banget kamu nanya begitu. Udah umum banget kali kalo makan pesennya ya kalo engga es teh ya es jeruk.

Dini                    : bukan gitu, ternyata teh itu bisa engga baik loh buat tubuh kita?”

Dodo                 : Hah?  Bukannya teh itu selalu dibilang diiklan antioksidan ya?

Dini                 : Kandungnnya sih emang engga salah, cuma yang bikin jadi ga baik adalah waktu minumnya

Dodo              : Ah.selama ini banyak orang juga pada hobi makan sambil minum teh kok

Dini                   : Gini do, aku jelasin. Jadi di teh itu ada kandungan fitatnya. Nah, si fitat ini kerjanya rada engga baik. Yaitu, menghambat penyerapan mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh. Jadi misalnya ni kamu makan makanan yang punya kandungan Fe misal 10 mg, tubuh kamu bisa menyerap samapi 5 mg tapi karena kamu minumnya teh ya akhirnya bisa-bisa cuma 1 mg yang diserap. Sayang kan udah makan daging mahal-mahal, nutrisinya jadi ga dapet gara-gara dirusak sama teh.

Dodo                        : lah terus jadinya kita engga boleh minum teh dong?

Didi                       : Bukan engga boleh, tapi tidak disarankan untuk minum teh saat makan berat atau waktu kamu mau mengkonsumsi suplemen. Minum teh itu kan emang cocoknya sambil makan camilan atau kue gitu kayak bule-bule itu. Tapi budaya kita malah teh itu pendamping makan berat.

Dodo                       : Oh..gitu. siap deh dietion saya akan menuruti saran anda

Didi                          : hahaha ada-ada aje lo. Ya.ya.ya bagus-bagus

Dodo                        : Mba! Mba!

Pelayan                   : Ya, mas?

Dodo                         : Es tehnya engga jadi ya, diganti es jeruk aja

Pelayan                   : oh baik mas

Dodo                         : eh di, tapi tambahin ya uangnya buat beli es jeruk

Didi                            : *tepok jidat

Jangan Sepelekan Nutrition Facts

Food labels can’t tell you what foods to eat — that’s your decision! But they can help you find foods that taste good and treat your body right. – Mary L. Gavin, MD

Di setiap produk makanan dan minuman pasti selalu disertakan Nutrition Fact atau fakta nutrisi. Biasanya disini produsen makanan atau minuman mencantumkan nilai gizi yang terkadung dalam makanan atau minuman tersebut. Tapi terkadang kita jarang mengamati nutrition fact ini. Padahal nutrition fact sangat membantu kita untuk memilih makanan yang tepat bagi kita. Dengan membaca nutrition fact kita bisa mencocokkan apakah makanan ini baik untuk kita atau tidak. Sebagai contoh untuk kita yang memiliki alergi tertentu dengan membaca nutrition fact kita bisa mengamati apakah produk makanan atau minuman tersebut ada unsur-unsur zat yang akan membuat kita alergi. Atau apa bila kita seorang diabetes kita bisa mengamati nilai kalori, karbohidrat dan gula agar kita tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Begitu pun dengan yang memilki kolesterol tinggi atau hipertensi dan macam penyakit lain-lainya. Tidak hanya orang yang menderita penyakit saja yang dapat dibantu dari membaca nutrition fact ini, tetapi kita yang menginginkan hidup sehat sudah selayaknya untuk perhatian terhadap nutrition fact ini.

Ada dua hal penting yang untuk diperhatikan saat kita akan memulai membaca nutrition fact, yaitu:

1. Serving Size

Disarankan untuk mengawali membaca nutrition fact dari serving size / ukuran penyajian. Karena kandungan nutrisi yang dicantumkan di dalam nutrition fact berdasarkan dari ukuran penyajian ini. Kadang serving size ini bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari yang kita konsumsi. Jadi kita tinggal menyesuaikan jika yang kita makan lebih banyak dari serving size berarti kandungan nutrisi yang tertera di nutrition fact lebih banyak begitupun sebaliknya bila kita mengkonsumsi lebih sedikit.

2. Presentase Daily Value

Presentasi daily value yang tertera pada nutrient fact merupakan rata-rata yang didapatkan seseorang dari makan atau minum satu penyajian dari makanan tersebut. Pada nutrition fact sendiri biasanya digunakan rata-rata kebutuhan kalori seseorang adalah 2000 kalori. Jadi jika di dalam nutrition fact dicantumkan vitamin C terkandung 25%, berarti itu 25% dari seseorang yang mengkonsumsi 2000kalori setiap hari. Sebenarnya kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, keadaan dan aktivitas. Kebutuhan kalori bisa saja lebih tinggi dari 2000 kalori atau kurang dari 2000 kalori tersebut. Dyah bisa bantu kalo ada temen-temen yang mau tau berapa kebutuhan kalorinya J. Atau kalo mau coba sendiri bisa di sini http://www.choosemyplate.gov/

(sumber: http://kidshealth.org/teen/food_fitness/nutrition/food_labels.html#)

Lalu langkah berikutnya adalah membaca kandungan nutrisinya mulai dari kalori, kandungan lemak, kolesterol, sodium, total karbohidrat dan vitamin mineralnya. Kemudian tinggal kita perkirakan seberapa banyak lagi makanan yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan atau mengurangi konsumsi yang mana supaya tidak kelebihan.

Catatan penting yang dyah garis bawahi disini adalah masalah kandungan gula. Ketika suatu makanan mengandung gula yang tinggi maka nilai kalorinya akan bertambah dengan cepat. Gula sendiri di tabel karbohidrat total terletak terpisah, sehingga kita bisa mudah menemukan berapa kandungan gula dari makanan atau minuman tersebut. Dyah menyarankan untuk memperhatikan tabel gula ini, karena sebagian makanan mungkin kandungan lemaknya rendah tapi menambahkan gula yang banyak sehingga kalorinya juga tetap banyak.

Catatan penting lainnya adalah kandungan lemak atau fat. Lemak biasanya di tulis dengan satuan gram. Konsumsi yang baik adalah 30% kalori yang dibutuhkan berasal dari lemak, sehingga kita harus memastikan pada makanan tersebut kandungannya kurang dari 3 gram untuk setiap 100 kalori penyajian. Selain itu lemak juga dibagi atas dua, yaitu lemak  jenuh dan lemak tidak jenuh. Lemak jenuh biasanya berasal dari minyak sayur, kacang, ikan dan sering disebut lemak baik karena tidak menyebabkan meningkatnya kolesterol. Sedangkan lemak tidak jenuh dan juga lemak trans dikatakan lemak jahat karena lemak ini meningkatkan resiko penyakit jantung. Sumber lemak tidak jenuh dan lemak trans ini biasanya terdapat pada produk hewani seperti keju, daging dan ice cream.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jangan lupa teman-teman, selain nutrition fact yang dibaca perhatikan juga tanggal kadaluarsanya. Jangan sampai makanannya udah sesuai sama yang kita butuhkan tapi jadi bikin kita keracunan karena kadaluarsa. Dan untuk yang muslim label halal itu wajib diperhatikan!

 

Bukan Cuma Gondok

Jika kita membicarakan tentang iodium atau yodium pasti yang terpintas di kepala adalah garam dan gondok. Padahal iodium tidak berhenti didua hal tersebut saja. Sebelum lebih lanjut membicarakan tentang dampak kekurangan iodium, dyah akan sedikit menjelaskan kenapa kekurangan iodium menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid atau gondok. Jadi, pada kekurangan iodium konsetrasi hormon tiroid kita kan menurun, nah hormon TSH sebagai hormon perangsang kelenjar tiroid jadi meningkat suapaya kelenjar tiroid bisa menyerap iodium sehingga dapat normal kembali. Bila kekurang ini terus berlanjut, sel kelenjar tiroid akan membesar dalam usaha untuk dapat menyerap pengambilan iodium. Pembesaran kelenjar inilah yang kita namakan gondok.

Oke kita lanjut ke topik awal. Di Indonesia sendiri, defisiensi atau kekurangan iodium itu disebut dengan GAKI( Gangguan Akibat Kekurangan Iodium). Dampaknya dari GAKI ini tidak terbatas pada gondok dan kretinisme (tumbuh kerdil)  tetapi kekurangan iodium berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia meliputi tumbuh kembang dan perkembangan otak. Bagaimana tidak, seseorang anak yang menderita kretinisme (tumbuh kerdil) misalnya menurut Sunita (2005) mempunyai bentuk tubuh yang abnormal dan penurunan IQ sekitar 20 point. Kekurangan iodium pada anak ini juga menyebabkan kemampuan belajar yang rendah. Selain itu pada ibu hamil dampak dari kekurangan iodium ini tidak hanya berdampak pada ibu tetapi juga pada janinnya. Seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan iodium dan tidak mendapat penanganan dapat meningkatkan resiko anemia, hipertensi, preeklamsia, disfungsi jantung pada ibu, serta abortus spontan, berat bayi lahir rendah, kematian janin atau bayi, dan kemungkinan gangguan perkembangan neurologic  (berhubungan dengan perkembangan syaraf).

Mengapa iodium memiliki dampak yang begitu besar pada diri kita? Sebab iodium erat hubungannya dengan pembentukan hormone tiroid. Sebuah hormone yang memiliki fungsi yang sangat krusial di dalam tubuh kita. Hormone tidoid memiliki fungsi dalam pengaturan pertumbuhan dan perkembangan tubuh, mengontrol kecepatan tiap sel menggunakan oksigen, pada bayi usia 1-2 tahun berfungsi membuat mielinisasi yang dapat mempercepat impuls (anak bayi memiliki impulus yang masih lambat sehingga mereka masih mengompol), mengatur suhu tubuh, reproduksi, pembentukan sel darah merah dan fungsi otot dan syaraf. Karena pada janin sel target dari tiroksin adalah saraf dan otot skelet, kekurangan tiroksin dapat menyebabkan kretinisme.

                Sumber iodium terbanyak adalah hasil laut. Segala hasil laut mengandung iodium yang tinggi mulai dari airnya, ikan, udang, kerang bahkan ganggang. Daerah yang dekat dengan laut memiliki tanah dan air yang mengandung banyak iodium. Sedangkan makin jauh dari laut sebuah daerah semakin sedikit kandungan iodium pada tanah dan airnya. Itulah kenapa didareh pegunungan sering dijumpai banyak orang yang menderita gondok. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi kekurangan iodium ini dengan melakukan fortifikasi (penambahan satu atau lebih zat gizi) garam dapur dengan iodium. Iodium yang ada didalam tubuh kita kurang lebih sebanyak 0.00004% dari berat badan atau 15-23 gram. Kebutuhan iodium sehari sendiri sekitar 1-2 µg atau 0.001-0.002 mg per berat badan. Sedangkan kebutuhan pada ibu hamil dan menyusui lebih tinggi.

Setelah melihat dampak yang diakibatkan dari kekurangan iodium tersebut maka dari itu sangat disarankan untuk paling tidak mengkonsumsi garam beryodium. Sebab bukan hanya gondok saja akibat dari kekurangan iodium, tetapi banyak lagi yang bahkan menyangkut kualias sumber daya manusia

Daftar pustaka

Almatsier, Sunita. 2005. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

http://www.abclab.co.id/?p=815